-->

Teman Pertamaku di Jenjang Ini

Oleh Azzahwa Hai, namaku Azzahwa. Mulai hari ini aku bersekolah sudah menduduki jenjang SMP. Aku seorang siswa kelas VII G di SMPN 1 BANJARAN KABUPATEN BANDUNG. Aku bangga dapat bersekolah disini dengan teman-teman yang berbeda. Hari ini aku memasuki masa MPLS di gugus 1 dan memasuki kelas VII G. Ruangan luas yang tertata rapi, dengan kursi-kursi, meja, buku buku yang menumpuk dan alat tulis lainnya. 



Udara hangat walaupun diluar jendela sana sedang hujan. Tanganku tak berhenti menggerakkan bolpoin saat menulis, dengan tugas yang menumpuk. Pikiranku ini mulai beralih ke sisi lain, mataku sudah pergi jauh entah memikirkan apa, hingga kini ku takutkan aku akan tersesat. Hingga suasana langit mulai cerah, terdengar lagi kicauan burung-burung. 

Burung-burung kecil itu yang terbang kian kemari tanpa sebab yang pasti. Rasa rindu sudah mulai membesar, merindukan suasana sekolah yang dikelilingi banyak teman. Belajar online di rumah ini sudah mulai membosankan, menulis tanpa ada teman sekolah. 

Hanya menggulir-gulirkan layar handphone, hingga timbul niatku untuk melihat-lihat foto teman baruku Keysa Luna. Ingin rasanya bertemu dengannya, tetapi itu tak mungkin, Covid-19 menjadi jarak untuk kita bertemu. Temanku yang satu ini sering menemaniku melewati pesan Whatsapp, tetapi menurutku itu tidak cukup.

Teman pertamaku ini terus saja membuat hatiku seakan-akan ingin bertemu dengannya dan memahami lebih baik tentang dirinya. Kutatap langit biru yang berselimut awan putih, apakah Keysa juga memikirkanku, aku akan selalu menjaga persahabatan ini. Aku tidak dapat menguasai diriku dan menahan rasa penasaran ingin mengenalnya lebih jauh. 

Kini aku sudah berada di puncak rasa kepenasaran dan saat itu tuhan mengizinkan kita untuk bertemu, hari itu aku dapat mengenal Keysa lebih jauh. Kalau dapat ku simpulkan Keysa itu baik, pintar, cantik, dan humoris juga. Aku senang dapat mengenalnya. Semoga saja di malam ini, di bulan diatas desa ini menjadi sebuah pertemuan berkesan dalam hidupnya. Sebuah pertemuan aku dengannya terpisahkan oleh matahari yang mulai bersembunyi. 

Senja memisahkan kita semoga fajar dapat mempertemukan kita kembali. Saat esok hari tugas mulai berangsuran datang, suara handphone mulai memanggilku, seakan-akan aku harus membukanya. Ternyata Keysa mengabariku kembali, dia menceritakan perasaannya saat berkunjung ke rumahku. Namun, cerita itu belum berakhir karena tugas sudah terkumpul. Setelah sang surya sudah berada tepat diatas kepala, pada pukul 12.00 Keysa bercerita kembali melanjutkan ceritanya tadi. Dia memang teman yang berkesan dalam hidupku. 

Dari saat aku bertemu dengannya rasa rinduku sudah dapat ku kendalikan, aku cukup menulis dengan bolpoin di buku diary saat aku merindukannya. Di awal untaian kata tiada untaian bait syair yang lebih indah dari bait syairnya para pujangga, tiada senandung lagu rindu yang syahdunya melebihi senandung para gadis yang sedang dilanda rindu. 

Meneteskan air mata yang memberi isyarat kerinduan, penglipur dikala layu penyegar dikala suka dan duka, itu adalah sebagian besar peran Keysa dalam hidupku. Ku rasa Keysa adalah orang yang tepat untuk menjadi sahabat yang selalu ada dikala suka dan duka. LOVE untuk Keysa
LihatTutupKomentar